Kalender Liturgi

Jumat, 26 Juni 2026

Geliat Orang Muda dan Kesetiaan di Rahim Keba Baipito, Nara Ledu Lema : Jejak Pelayanan Romo Willy Ola Baga, Pr

Foto: Waton Bunga Retu
Awal tahun 2006 menjadi lembaran duka yang mendalam bagi umat Paroki St. Yoseph Riangkemie. Kepergian sang gembala, Pater Benedictus Atok, SVD, yang wafat di Riangkemie pada 7 Januari 2006, meninggalkan tak hanya kesedihan, tetapi juga kekosongan Pastor Paroki. 
Di masa-masa transisi yang rapuh itu, pelayanan sakramen dan roda paroki praktis bertumpu pada bahu sang pastor rekan (pastor pembantu), Romo Wilhelmus Ola Baga, Pr.
Melihat kesetiaan dan totalitasnya, pada tahun 2007, Bapa Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, resmi mempercayakan tongkat kepemimpinan kepada Romo Willy menjadi Pastor Paroki St. Yoseph Riangkemie yang baru.
Romo Willy—putra asli Tapobali dari Paroki Kiwangona, Adonara yang ditahbiskan pada 26 Agustus 2000 oleh Mgr. Darius Nggawa, SVD—bukanlah orang baru bagi umat Baipito. Catatan sejarah mencatat pengabdian beliau yang luar biasa panjang di paroki ini. Beliau setia menemani umat dari masa ke masa selama 11 tahun (1998–2009): mulai dari saat beliau masih berstatus sebagai Frater, kemudian menjadi Pastor Rekan, hingga akhirnya menjadi Pastor Paroki. Paroki Riangkemie benar-benar menjadi rahim yang membesarkan dan mematangkan pelayanan imamatnya.
Dalam menahkodai paroki, Romo Willy tidak berjalan sendiri. Beliau dibantu oleh pastor rekan yang tak kalah energetik, Romo Andreas Fernandez, Pr. ( Pastor Paroki St. Yoseph Riangkemie sekarang)
Di tangan duet imam projo ini, sebuah babak baru dimulai. Selain setia melayani kebutuhan sakramen, kedua pastor ini menaruh hati dan perhatian yang sangat besar pada Kaum Muda. Di sinilah era keemasan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Riangkemie menggeliat dahsyat! 
Pekan OMK Paroki, berbagai perlombaan, retret pendalaman iman, hingga kunjungan OMK antar-paroki tumbuh subur. Memori saya masih ingat betul ketika Stasi Wailolong dengan hangat menerima kunjungan teman-teman OMK dari Paroki Santa Maria Hati Tak Bernoda Baniona, Adonara, sekitar tahun 2008. Suasana persaudaraan, tawa, dan api iman orang muda begitu membakar dada pada masa-masa itu.
Hingga pada tahun 2009, setelah menyelesaikan seluruh pengabdian panjangnya, Romo Willy menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan paroki kepada Romo Anton Prakum Keraf, Pr. Terima kasih Romo Willy Ola Baga, Pr karena telah menjaga iman umat di masa sulit dan telah membakar semangat masa muda kami dengan api pelayanan yang tak pernah padam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar